HARGA KERTAS NAIK, PENGUSAHA PERCETAKAN MENGELUH

Beberapa lama belakangan ini harga kertas di tingkat distributor dikabarkan mengalami kenaikan. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang cukup signifikan kepada para pengusaha percetakan dan para pengusaha fotokopi yang secara rutin menggunakan produk kertas setiap hari khususnya HVS.

Kenaikan harga ini membebankan para pengusaha percetakan dikarenakan banyak dari mereka yang sudah terikat kontrak dengan konsumen. "Harga kertas naik terus, sedangkan saya harus tetap menjual sesuai dengan harga yang sudah ada di dalam kontrak hingga satu tahun ke depan" ujar Khoulip seorang pengusaha percetakan di Jakarta.

Pabrik APP Sinar Mas Riau (Foto: Fiki/Liputan6.com)

Pabrik APP Sinar Mas Riau (Foto: Fiki/Liputan6.com)

Pada pertengahan bulan Maret 2018 ini kenaikan harga kertas bahkan terjadi hampir setiap hari. Hal ini disinyalir karena hasil kertas dalam negri dijual lebih banyak untuk keperluan export yang mengakibatkan harga jual dalam negri ikut mengalami kenaikan. Seperti yang kita tahu, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kertas yang terbesar di dunia oleh sebab itu banyak negara lain yang mendapatkan supply kertas dari negara kita.

Sementara itu menurut salah satu artike, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ahmad Ingot Hutasuhut mengungkapkan jika pihaknya belum memperoleh informasi seputar kenaikan harga kertas. Walaupun kebijakan tarif harga kertas diatur oleh pemerintah pusat, menurutnya pihak distributor tak bisa menaikkan harga kertas semaunya. “Harus jelas apa penyebabnya. Apakah memang dari pabriknya mengalami kenaikan. Atau ada biaya lainnya yang bertambah sehingga berpengaruh ke harga, ini yang harus dijelaskan,” ucapnya.

RECENT POSTS

ARCHIVE