PRODUK PERCETAKAN UNTUK HARI RAYA IMLEK

Hari raya imlek merupakan hari raya yang secara khusus dirayakan oleh masyarakat keturunan Tionghua setiap tahun. Hari imlek merupakan hari pergantian tahun Cina yang merupakan salah satu hari penting untuk dirayakan karena menurut kepercayaan banyak hal selama hari tersebut yang dapat membawa keberuntungan sepanjang tahun yang akan datang.

Seperti hari raya yang lain, perayaan imlek juga tidak lepas dari berbagai pernak-pernik yang digunakan untuk memeriahkan perayaan tersebut. Uniknya, hampir sebagian besar pernak pernik yang digunakan merupakan produk hasil percetakan, mari kita simak beberapa produk baik hasil percetakan dan tidak yang rutin digunakan setiap perayaan imlek.

1. Angpau

Source: https://www.tnp.sg/news/singapore/ocbc-babies-and-teenage-boys-get-more-hongbao-money

Barang yang satu ini bisa dibilang barang wajib yang selalu ada di setiap tahun perayaan imlek. Kalau diterjemahkan, angpau berarti amplop merah. Warna merah dipercaya dapat menangkal pengaruh jahat. Karenanya hadiah uang tahun baru pun dimasukkan ke dalam angpau. Di atas angpau biasanya dituliskan aksara-aksara keberuntungan. Angpau diberikan mereka yang lebih tua dan sudah menikah kepada saudara yang belum menikah atau kepada yang dituakan, seperti kakek dan nenek. Bagi yang memberikan, angpau merupakan simbol berbagi rejeki. Bagi yang menerima, angpau dilambangkan sebagai pembawa kebahagiaan untuk satu tahun ke depan.

Angpau pada umumnya dibuat menggunakan bahan kertas dengan warna dominan merah dan kombinasi emas. Kertas yang biasa digunakan sendiri beragam tetapi yang menjadi favorite merupakan kertas Art Paper karena hasil cetakan yang lebih mengkilap dan warna yang bisa stand out (tidak mendem). Angpau merupakan hasil produksi percetakan yang sangat bervariasi bentuk dan designnya. Banyak tekhnik finishing yang bisa diaplikasikan dalam proses pembuatan angpau ini mulai dari emboss, hot stamping, cetak warna emas khusus, spot uv, laminating glossy, cutting, dsb.

2. Pohon Mei Hua

Pohon yang bernama Mei Hua ini merupakan bahasa mandarin yang Mei artinya cantik dan hua artinya bunga, jadi mei hua adalah bunga yang cantik. Karena kecantikannya, bunga asli dari Tiongkok ini dijadikan sebagai bunga nasional Tiongkok. Ciri khas lain pada perayaan Imlek adalah bunga mei hua. Warnanya cantik, yaitu merah muda dengan sedikit keputih-putihan. Biasanya keluarga menghias pohon mei hua dengan angpau, lampion kecil, dan aksesoris berwarna emas. Pohon mei hua melambangkan keuletan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, orang percaya ketika bunga mei hua mekar, harapan, kehidupan dan keberuntungan baru akan muncul.

3. Kue Keranjang

Kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula ini hadir setiap tahun saat menjelang perayaan imlek. Bentuk bulat dari kue ini memiliki arti agar keluarga yang menikmati hidangan kue keranjang bisa hidup bersama, penuh tekad dan rukun selalu dalam satu tahun mendatang.

4. Lampion

Lampion atau lentera merah merupakan alat penerangan yang terbuat dari kertas yang digunakan pada jaman dahulu. Lampion ini memiliki arti sebagai penerangan hidup bagi warga Tionghoa. Selain itu, ia juga bermakna persatuan, kebersamaan, keberuntungan, semangat, kebahagiaan dan juga bisnis yang lancar.

5. Barongsai

https://www.birminghammail.co.uk/whats-on/whats-on-news/chinese-new-year-birmingham-2017-12518062

Barongsai merupakai tarian yang diperagakan dengan menggunakan kostum yang menyerupai singa. Singa melambangkan kegagahan, keberanian, dan keberuntungan oleh sebab itu tarian barongsai ini juga selalu hadir di setiap perayaan imlek.

6. Petasan

Berdasarkan sejarah, Imlek digunakan oleh para petani untuk menyambut musim semi. Namun, pada saat musim semi itu konon datang binatang buas yang disebut nian dari gunung atau laut yang sering mengganggu manusia. Cerita lain menyebutkan makhluk tersebut dengan nama makhluk gunung. Makhluk gunung dipercaya tinggal di atas rumpun pohon bamboo dan hidup berkelompok dengan ciri fisik bertubuh pendek dan memiliki satu kaki.

Selain memiliki wujud yang menakutkan, makhluk tersebut sering merebut hasil tanam para penduduk desa di sekitarnya. Untuk membuatnya takut dan pergi menjauh, para penduduk akhirnya membuat suara-suara keras dan mengejutkan. Berdasarkan legenda tersebut, masyarakat Tionghoa percaya bahwa setiap hari menjelang pergantian tahun akan muncul binatang buas yang memangsa apa saja. Dengan menyalakan petasan, tahun yang akan datang diharapkan bebas dari aura negatif dan jahat

RECENT POSTS

ARCHIVE