PERBEDAAN TEKNIK OFFSET PRINTING DAN DIGITAL PRINTING

Ketika Anda akan mencetak produk seperti kalender dinding, offset printing (percetakan offset) dan digital printing (percetakan digital) barangkali menjadi dua istilah yang paling sering Anda dengar. Keduanya memang berbeda, bahkan memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Nah, agar Anda tidak kebingungan lagi ketika nanti Anda akan mencetak kalender meja atau kemasan box, simak ulasan tentang perbedaan antara percetakan offset dan digital berikut ini!

Tentang Cetak Offset

Teknik offset printing adalah salah satu teknik cetak yang paling umum digunakan. Di sini, materi yang akan dicetak perlu dipindah terlebih dahulu ke sebuah plat, kemudian ke lapisan karet, sebelum akhirnya dipindah lagi ke atas permukaan media cetak yang diinginkan. Dalam teknik ini, proses pencetakan berlangsung dengan menggunakan tinta basah sehingga proses pengeringan harus dilakukan begitu proses cetak selesai.

Offset printing paling cocok dimanfaatkan jika Anda ingin memesan cetakan dalam jumlah besar. bahkan, biaya cetak per lembarnya pun akan jadi lebih murah apabila jumlah yang dipesan makin banyak. Dari segi biaya, percetakan offset pun terbilang yang paling irit, namun mampu memberikan hasil dengan kualitas tinggi. Di samping itu, konsistensi hasilnya pun sangat baik dalam urusan mencetak untuk skala besar.

Keunggulan lainnya dari teknik cetak yang satu ini adalah pilihan media kertas yang bisa dibilang tak terbatas. Untuk ukuran, kertas yang digunakan bisa mencapai A1 atau A0. Di samping itu, cetak offset pun dapat dilakukan pada kertas bertekstur kasar maupun kertas dengan gramatur tebal mencapai 300 gsm. Pilihan warna yang bisa dicetak juga tak kalah bervariasi, termasuk warna-warna khusus seperti warna stabile, perak, dan emas.

Tentang Cetak Digital

Sementara itu, teknik digital printing merupakan teknik berbasis digital dalam format file yang dicetak langsung di berbagai media. Dengan teknik ini, proses cetak biasanya memakan waktu sangat singkat. Hal ini dikarenakan tidak adanya proses pracetak. Misalnya pembuatan film, plat cetak, maupun sablon, yang perlu dilakukan dalam teknik cetak offset.

Karena biaya cetak per satuannya lebih tinggi dibandingkan cetak offset, apalagi dalam kuantitas besar, teknik cetak digital lebih sering dimanfaatkan jika jumlah yang akan dicetak sedikit. Bahkan, tak jarang percetakan yang menawarkan cetak digital menggarap cetakan hanya dalam jumlah satuan.

Dalam digital printing, tinta toner yang dipanaskan menjadi jenis tinta yang digunakan. Meski begitu, biasanya pemilihan tintanya tergantung jenis mesin yang digunakan. Yang jelas, jenis tinta yang berbeda berarti reaksi pada kertas yang berbeda pula ketika proses cetak dilakukan,

Nah, itulah rangkuman perbedaan antara offset printing dengan digital printing. Semoga bermanfaat dan membantu Anda ketika Anda akan mencetak produk di kemudian hari!

RECENT POSTS

ARCHIVE